Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Kementerian Ekraf Dorong Ekspor Kuliner Lewat Ajang FHI 2026

Jakarta :Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus mendorong peningkatan ekspor produk kuliner nasional melalui partisipasi empat jenama binaan Program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) dalam ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIEXPO) pada 21–24 Juli 2026.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan, keikutsertaan dalam pameran berskala internasional tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dan daya saing jenama kuliner lokal agar mampu bersaing di pasar global.

"Melalui partisipasi pada FHI 2026, kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi jenama kuliner Indonesia untuk membangun jejaring bisnis, memperkenalkan kualitas produknya, dan memperkuat kesiapan memasuki pasar global," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, 18 Juli 2026.

Menurutnya, subsektor kuliner menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional sehingga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui peningkatan akses pasar ekspor.

Pada FHI 2026, Kementerian Ekraf menghadirkan Paviliun EKRAF yang menampilkan empat jenama kuliner binaan Program ASIK, yakni El's Coffee, Novio Fresh, Pempek Cek Molek, dan Rasakoe. Keempatnya telah melalui proses kurasi berdasarkan karakter produk untuk industri hotel, restaurant, dan café (HoReCa), kesiapan kapasitas produksi, serta potensi pengembangan usaha di pasar internasional.

Program ASIK sendiri merupakan inisiatif Kementerian Ekraf yang memberikan pendampingan kepada pelaku ekonomi kreatif melalui pelatihan peningkatan kapasitas, standardisasi, hingga sertifikasi. Program tersebut dirancang agar produk lokal memenuhi standar kualitas internasional dan siap memasuki pasar ekspor.

FHI 2026 diikuti peserta dari 32 negara dan terintegrasi dengan pameran sektor perhotelan, desain, serta pengemasan. Ajang ini membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperluas kemitraan bisnis sekaligus mengikuti perkembangan industri, termasuk digitalisasi layanan kuliner (smart manufacturing) dan penerapan kemasan ramah lingkungan (sustainability adoption).

Melalui keikutsertaan tersebut, Kementerian Ekraf berharap promosi empat jenama kuliner binaan ASIK dapat menjangkau pelaku industri, pembeli, dan mitra bisnis internasional sehingga membuka peluang kerja sama sekaligus meningkatkan potensi ekspor produk kuliner Indonesia.(*)