Korban Tewas Bertambah Jadi 3 Orang, Polisi Olah TKP Kecelakaan Truk di Cirebon
Cirebon: Jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan maut di turunan Gronggong, Jalan Raya Cirebon–Kuningan, Jawa Barat bertambah menjadi tiga orang.
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon, Aipda Ade Nugraha, mengatakan ayah dari bayi yang sebelumnya meninggal di lokasi sempat menjalani perawatan intensif, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara putri sulung korban masih dirawat di rumah sakit akibat luka berat.
"Korban yang sebelumnya dua orang kini bertambah menjadi tiga setelah sang ayah meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Gunung Jati. Sementara putrinya yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar hingga kini masih menjalani perawatan intensif," kata Aipda Ade, dikutip Rabu, 15 Juli 2026.
Polisi dalami penyebab truk kehilangan kendali
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengukur titik awal truk diduga hilang kendali hingga lokasi tabrakan. Sejumlah titik terakhir kendaraan dan korban juga ditandai untuk membantu mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan satu keluarga tersebut.
Aipda Ade mengatakan hasil olah TKP menunjukkan truk melaju sekitar 120 meter sejak diduga kehilangan kendali hingga akhirnya menabrak sejumlah sepeda motor dan warung di kawasan turunan Gronggong.
"Hasil pengukuran menunjukkan jarak dari titik awal kendaraan diduga hilang kendali hingga lokasi tabrakan sekitar 120 meter. Kondisi jalan yang menurun dan menikung tajam diduga menjadi faktor yang menyebabkan truk tidak dapat dikendalikan," ujar Aipda Ade.
Selain melakukan olah TKP, petugas bersama Dinas Perhubungan juga memeriksa kondisi teknis truk yang terlibat kecelakaan. Pemeriksaan difokuskan pada sistem pengereman, kemudi, serta dimensi kendaraan.
PPNS Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Diyanto, mengatakan pemeriksaan awal menemukan sistem saluran angin pada kendaraan digunakan untuk dua fungsi sekaligus, yakni rem dan klakson.
"Pemeriksaan awal meliputi sistem pengereman, sistem kemudi, dan dimensi kendaraan. Kami menemukan saluran angin masih digunakan bersamaan untuk rem dan klakson sehingga suplai angin untuk pengereman terbagi," ujar Diyanto.
Meski demikian, Diyanto menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan dugaan rem blong sebagai penyebab utama kecelakaan karena pemeriksaan masih berlangsung.
"Untuk dugaan rem blong belum bisa kami simpulkan. Temuan sementara hanya menunjukkan tabung angin digunakan ganda untuk sistem rem dan klakson, padahal seharusnya suplai angin difokuskan untuk pengereman," kata Diyanto.
Saat ini, penyidik masih mendalami kondisi kabin, ruang mesin, dan komponen kendaraan lainnya. Polisi juga masih menunggu hasil gelar perkara sebelum menetapkan tersangka dalam kasus kecelakaan maut yang merenggut tiga korban jiwa tersebut.(*)
