Menteri PKP Maruarar Sebut Sangat Optimistis Target 350 Ribu Rumah Subsidi FLPP 2026 Bisa Tercapai
Jakarta :Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2026 dapat tercapai. Optimisme tersebut didasarkan pada tren peningkatan realisasi penyaluran rumah subsidi serta sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Maruarar yang juga menjabat sebagai Ketua Komite BP Tapera mengatakan, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja keras, kolaborasi, serta komitmen BP Tapera dalam menjalankan amanah pembiayaan perumahan secara profesional dan berintegritas.
Menurutnya, program FLPP terus menunjukkan peningkatan signifikan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Realisasi penyaluran rumah subsidi meningkat dari 228.000 unit pada 2023 menjadi 278.000 unit pada 2025. Sementara hingga pertengahan Juli 2026, penyaluran telah mencapai lebih dari 102.900 unit. Hal itu disampaikannya usai meresmikan Kantor Pusat BP Tapera di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Juli 2026.
"BP Tapera tantangannya banyak dan punya harapan dari rakyat dan pengembang. Dituntut untuk sangat berintegritas, sesuai target dan aturan, serta bekerja dengan penuh terobosan, terutama sumber daya manusianya. Saya doakan bermanfaat untuk MBR karena kebahagiaan kita adalah ketika rakyat memiliki rumah yang layak," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima , Jumat, 17 Juli 2026.
Peresmian kantor baru BP Tapera menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan pembiayaan perumahan sekaligus mendukung percepatan Program Tiga Juta Rumah. Kantor tersebut akan menjadi pusat koordinasi strategis, pengambilan keputusan, dan administrasi internal lembaga.
Berbagai fasilitas disiapkan untuk menunjang operasional, mulai dari ruang rapat strategis, ruang kerja jajaran komisioner, hingga infrastruktur teknologi informasi yang mendukung pengelolaan pembiayaan perumahan nasional melalui Sistem Informasi Tabungan Perumahan Rakyat (SITARA).
Maruarar berharap keberadaan kantor baru tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, mempercepat layanan bagi peserta, perbankan penyalur, dan pengembang rumah subsidi, sekaligus memperkuat transformasi digital BP Tapera menuju tata kelola yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Sementara itu, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyebut perpindahan kantor menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat pengelolaan dana pembiayaan perumahan secara berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Usai peresmian, Menteri PKP meninjau sejumlah fasilitas kantor baru guna memastikan seluruh sarana siap mendukung peningkatan pelayanan pembiayaan perumahan nasional.(*)
