Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Polres Cirebon Kota Terjunkan Tim Inafis dan Satpolairud Guna Evakuasi dan Identifikasi Jenazah ABK

Cirebon: Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota menunjukkan respons cepat dan profesional dalam menangani kejadian darurat di wilayah perairan. 
Polres Cirebon Kota Terjunkan Tim Inafis dan Satpolairud Guna Evakuasi dan Identifikasi Jenazah ABK

Personel Satpolairud Polres Cirebon Kota bersama Polsek Kawasan Pelabuhan Cirebon (KPC) dan Tim Inafis bergerak cepat mengevakuasi jenazah seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Mina Andalas VII yang meninggal dunia saat berlayar.

Evakuasi dilakukan sesaat setelah kapal bersandar di Dermaga TPI Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Kota Cirebon, pada Kamis (09/07/2026) pukul 05.30 WIB.

Dalam upaya penanganan ini, pihak kepolisian tidak hanya mengedepankan prosedur hukum, tetapi juga sisi kemanusiaan. Sinergi di lapangan terjalin erat antara Satpolairud, Polsek KPC, Tim Inafis, serta dibantu oleh personel TNI AL.

Kapolsek KPC, AKP Asep Sunaryo S., S.H., menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses evakuasi dirancang agar berjalan efektif demi memberikan kepastian bagi keluarga korban.

“Proses evakuasi kami lakukan secara cepat, terukur, dan humanis. Hal ini penting agar penanganan jenazah dapat berlangsung dengan baik, sekaligus memberikan kepastian serta rasa tenang kepada keluarga korban yang memang sudah menunggu kedatangan kapal di pelabuhan,” ujar Kapolsek

Setelah berhasil dievakuasi dari geladak kapal, Tim Inafis Polres Cirebon Kota langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah korban yang diketahui berinisial A (49), seorang buruh nelayan asal Desa Bongkok, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Korban diketahui telah berlayar menangkap ikan bersama 12 ABK lainnya sejak akhir Februari 2026.

Pihak kepolisian juga bergerak cepat menghimpun keterangan dari para saksi di tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan keterangan nakhoda kapal, Tarsoni (43), dan saksi Eko Setiawan (39), korban ditemukan sudah tidak memberikan respons pada Rabu (08/07/2026) sekitar pukul 17.00 WIB saat kapal dalam perjalanan pulang di perairan Cirebon.

Kepolisian memastikan bahwa nakhoda langsung mengambil keputusan tepat untuk memutar haluan menuju PPN Kejawanan agar kepolisian dapat segera melakukan tindakan penanganan medis dan hukum.

Upaya kepolisian dalam mengungkap penyebab kematian dilakukan secara transparan melalui visum medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan visum, polisi memastikan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban.

Setelah seluruh prosedur identifikasi dan pemeriksaan hukum selesai, pihak kepolisian langsung memfasilitasi penyerahan jenazah kepada pihak keluarga agar dapat dipulangkan ke kampung halaman dan dimakamkan secara layak.

Menyikapi insiden ini, Polres Cirebon Kota turut memberikan perhatian khusus pada keselamatan dan kesehatan para pekerja di sektor maritim. Kepolisian mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap kondisi kesehatan para nelayan sebelum melaut.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, menyampaikan pesan kamtibmas dan imbauan kepada para pelaku industri perikanan.

“Kami mengimbau seluruh pelaku usaha perikanan dan awak kapal untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan kru sebelum dan selama pelayaran. Segera laporkan apabila ada anggota yang mengalami keluhan kesehatan agar dapat memperoleh penanganan sedini mungkin dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Kasi Humas (*)

Hide Ads Show Ads