Presiden Tiongkok Desak Thailand dan Kamboja Selesaikan Sengketa lewat Dialog
Shanghai ; Presiden Tiongkok Xi Jinping menggelar pertemuan terpisah dengan para pemimpin Thailand dan Kamboja di Shanghai. Dalam pertemuan tersebut, Xi mendesak kedua negara menyelesaikan sengketa perbatasan melalui dialog, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 18 Juli 2026.
Pertemuan tersebut menjadi yang pertama sejak bentrokan mematikan di perbatasan kedua negara tahun lalu. Xi bertemu Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet yang berada di Shanghai.
Dalam pembicaraannya dengan Anutin, Xi menyerukan peningkatan kepercayaan strategis dan kerja sama yang lebih erat antara Tiongkok dan Thailand. Ia mengatakan kedua negara perlu menghadapi tantangan bersama serta menjaga perdamaian, stabilitas, dan pembangunan kawasan.
Xi menegaskan, penyelesaian damai sengketa perbatasan Thailand dan Kamboja merupakan kepentingan bersama sekaligus jangka panjang bagi kedua negara. Ia berharap perbedaan yang ada dapat diselesaikan melalui dialog dan konsultasi.
Presiden Tiongkok tersebut juga menegaskan Tiongkok siap terus memainkan peran yang konstruktif dalam proses tersebut. "Tiongkok bersedia terus memainkan peran yang konstruktif dalam hal ini," kata Xi.
Xi menilai penguatan gencatan senjata dan pembangunan kepercayaan secara bertahap merupakan kepentingan mendasar bagi Thailand dan Kamboja. Anutin menegaskan Bangkok tetap berkomitmen menyelesaikan konflik dengan Kamboja secara damai.
Hun Manet menegaskan Kamboja tetap berkomitmen menyelesaikan ketegangan dengan Thailand melalui dialog dan negosiasi. Hingga saat ini, situasi di perbatasan Thailand dan Kamboja dilaporkan tetap dalam keadaan tenang.(*)
