Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Pemerintah Mulai Tangani Dampak Banjir Bandang Guci

Tegal :  Pemerintah Kabupaten Tegal mulai tangani dampak banjir bandang yang melanda objek wisata Guci. Banjir merusak sejumlah fasilitas utama meliputi tiga jembatan dan sejumlah titik wisata favorit.
Kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal yang hancur akibat banjir yang melanda, Sabtu 24 Januari 2026 lalu. (Foto: Dok. Humas Kabupaten Tegal

Tiga jembatan dilaporkan hancur dan hanyut terbawa arus banjir. Padahal, jembatan tersebut merupakan akses utama dari area parkir menuju kawasan pemandian, termasuk di Curug Jedor dan area wisata Pancuran 13. 

Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan solusi sementara agar aktivitas warga tetap dapat berjalan. Jembatan Bailey akan dibangun sebagai akses alternatif.

“Kami akan bangun jembatan Bailey di sini, karena yang tersedia hanya satu dan kami pilih lokasi ini. Sementara (area) di Pancuran 13 kami tutup total," kata Ahmad Kholid, Minggu, 25 Januari 2026.

Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo menegaskan, langkah penutupan Kawasan Pancuran 13 telah dilakukan sejak dini hari sebagai upaya preventif. Pihaknya berkolaborasi dengan beberapa pihak terkait untuk menindaklanjuti kawasan yang terdampak tersebut.

“Sejak dini hari Pancuran 13 sudah kami tutup setelah jembatan roboh. Bersama Forkopimda, BPBD, dan camat berkolaborasi untuk memastikan keselamatan dan menjaga agar aktivitas warga tetap berjalan sebatas kondisi yang memungkinkan,” ujarnya.

Pihaknya ikut turun tangan dalam proses kerja bakti, membersihkan area terdampak agar proses penanganan semakin cepat rampung. "Kami hadir membersihkan sisa-sisa air yang meluap dan kotoran-kotoran yang tertinggal agar Guci kembali normal," ujarnya. 

Pemerintah Kabupaten Tegal memastikan respons cepat dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan wisatawan. Bupati meminta semua perangkat daerah fokus pada penanganan bencana banjir dan pemulihan pascabencana.(*)