Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Tiga Jet Rafale Perkuat Kedaulatan Udara Indonesia

TNI AU Terima Batch Pertama Pesawat Tempur Prancis di Pekanbaru.

Tiga Jet Rafale Perkuat Kedaulatan Udara Indonesia

Riau : Memasuki babak baru modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tiga unit pertama pesawat tempur Dassault Rafale resmi mendarat di Indonesia. 

Kehadiran jet tempur generasi 4.5 asal Prancis ini menjadi langkah awal dari total pemesanan 42 unit yang diproyeksikan tuntas pada 2029 mendatang.

Armada baru ini ditempatkan di Skadron Udara 12, Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Posisi strategis ini dimaksudkan untuk memperkuat pengawasan di wilayah krusial, termasuk Selat Malaka dan Laut Natuna Utara.

Keunggulan Teknologi dan Operasional

Rafale yang tiba merupakan varian tipe B (dual-seater), yang dirancang untuk menjalankan misi multidimensi. Dengan ditenagai dua mesin Safran M88-2 turbofan, pesawat ini mampu melesat hingga kecepatan maksimal 1.911 km/jam dengan daya jelajah mencapai 3.700 km.

Secara teknis, pesawat ini memiliki fleksibilitas tinggi dengan kemampuan membawa beban maksimal hingga 24,5 ton, mencakup bahan bakar internal maupun eksternal untuk mendukung operasional jarak jauh.

Komitmen Pertahanan Nasional

Proses pengadaan jet tempur senilai estimasi Rp1,63 triliun per unit ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Kementerian Pertahanan RI untuk memastikan supremasi udara di kawasan Asia Tenggara.

Brigjen TNI Rico Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekjen Kemhan, mengonfirmasi bahwa seluruh prosedur administratif dan teknis penyerahan pesawat telah selesai dilaksanakan.

"Tiga unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Indonesia dan saat ini berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Secara administratif dan teknis telah diserahterimakan dan dapat digunakan oleh TNI AU," ujar Brigjen TNI Rico Sirait dalam keterangan resminya.

Dengan tibanya batch pertama ini, Indonesia kini mulai mengintegrasikan teknologi dirgantara Eropa ke dalam sistem pertahanan nasional. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya getar (deterrence effect) Indonesia, tetapi juga mempererat hubungan kerja sama pertahanan antara Jakarta dan Paris.(*)