Gemuruh Gunung Karangetang Terdengar hingga Pos PGA
Manado : Suara gemuruh Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), terdengar hingga ke Pos Pengamatan Gunung Api (PGA). Tepatnya di Desa Salili, Kecamatan Siau Tengah, Sulawesi Utara.
![]() |
| Ilustrasi - Puncak kawah dua (Utara) Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Foto: PGA Karangetang) |
Hal itu berdasarkan hasil evaluasi aktivitas Gunung Karangetang oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan secara visual kawah utama bagian selatan tidak teramati adanya kejadian guguran maupun erupsi efusif.
Namun, asap terpantau keluar dari kawah dengan tinggi maksimum mencapai 150 meter di atas puncak. “Suara gemuruh kadang terdengar di pos PGA,” kata Lana Saria dalam laporan evaluasi aktivitas Gunung Karangetang periode 16–31 Januari 2026, Sabtu 7 Februari 2926.
Badan Geologi mencatat, selama periode tersebut terjadi aktivitas kegempaan yang cukup signifikan. Terekam sebanyak 638 kali gempa embusan, 17 kali tremor harmonik, 77 kali tremor nonharmonik," katanya.
"Satu kali gempa hybrid atau fase banyak, empat kali gempa vulkanik dangkal, delapan kali gempa vulkanik dalam. Satu kali gempa tektonik lokal, serta 89 kali gempa tektonik jauh," ucap Lana.
Selain itu, pada kawah utara teramati asap putih dengan intensitas sedang hingga tebal, dengan tinggi mencapai 150 meter di atas puncak. Meski sinar api pada kolom asap tidak terlihat, suara gemuruh masih kadang terdengar dari lemah hingga kuat, dan guguran lava dilaporkan masih terjadi.
Badan Geologi menyebutkan bahwa aktivitas kegempaan pada periode ini menunjukkan penurunan dibandingkan minggu sebelumnya. Jumlah gempa embusan juga mengalami penurunan, meskipun intensitasnya masih tergolong tinggi.
Sementara itu, nilai Energi Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) dari stasiun Areng Kambing belum menunjukkan adanya peningkatan. Sehingga grafik pemantauan masih terlihat konstan.
Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang diimbau tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran. Badan Geologi menjelaskan bahwa kubah lava lama masih berada di puncak dan sewaktu-waktu dapat runtuh bersamaan dengan keluarnya lava.
“Awan panas guguran Gunung Karangetang umumnya terjadi akibat penumpukan material lava yang kemudian gugur atau longsor,” tulis laporan tersebut. Warga juga diminta mewaspadai potensi lahar terutama saat terjadi hujan deras di wilayah puncak gunung.
Sebagai perbandingan, pada periode Desember 2025, aktivitas kegempaan Gunung Karangetang tercatat lebih tinggi. Saat itu, terekam sebanyak 1.980 kali gempa embusan, 28 kali gempa guguran, 141 kali tremor harmonik, dan 66 kali tremor nonharmonik.
Selain itu, tercatat pula satu kali gempa frekuensi rendah, 25 kali gempa hybrid atau fase banyak, 30 kali gempa vulkanik dangkal. Lalu, 62 kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa terasa dengan skala MMI I, serta 52 kali gempa tektonik jauh.(*)


